Kamis, 13 Oktober 2011

si jenius dimuliakan dengan ilmu

seorang anak, katakanlahi "si sipit",
dalam kisahnya anak ini senang sekali berkutat dengan komputer. hingga pada saat SMP, kira-kira tahun 2001-an, ia berkenalan dengan fungsi-fungsi di program excel, dalam MS Office. sehingga ia cukup mahir dalam menggunakannya.
perjalanan pun dimulai. ia sekolah dengan tekun dan hasilnya pun memuaskan. nilai - nilainya bagus. hingga kuliah pun IPK nya tinggi. cukuplah untuk cumlaud, namun tidak jadi karena ada 1 nilai yang kurang.
pada masa-masa kuliah tersebut, si sipit ini senang bergaul dengan teman - teman mainnya. mereka ada ber 5 dalam grup itu. kegiatan dari jalan-jalan, makan-makan, hingga belajar mata kuliah yang mumet mereka lalui bersama.
setelah mereka lulus, kehidupan yang nyata mulai menghampiri. ternyata, tidak semulus yang ia fikirkan. kesuksesan ketika di kelas dan bangku kuliah tidak menjamin masa depannya. berbulan-bulan ia bekerja dengan status yang belum jelas. bahkan muncul rasa tidak percaya diri sehingga ia ada rasa malu ketika akan berkumpul dengan teman - temannya. masa-masa itupun terlampaui. hingga pada suatu ketika, setelah satu tahun bekerja. ia berkesempatan untuk menunjukkan keahliannya kepada perusahaan. pada saat itu si sipit berhasil membuat formula dalam bentuk program komputer untuk melakukan rekonsiliasi atau cek & ricek data keuangan. dengan kemampuan basic dalam MS Excel, ia berhasil merapikan data yang selama ini cukup menyita waktu dalam penyusunannya. hadiah yang didapat dari kesungguhan & kerja kerasnya itu adalah promosi menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut.
hingga pada akhirnya, ia ditarik ke perusahaan yang lebih besar untuk menjadi supervisornya dengan pendapatan yang tentu saja lebih baik. dan pada saat itu ia bertemu dengan rekan kerja yang sudah lama berada dalam levelnya.

sahabat yang luar biasa,
si sipit ini telah bertahan di zona yang sulit, namun ia berhasil bertahan sehingga ia mampu melompat ke jenjang yang lebih tinggi layanya seorang jenius. ia melompat. ia dimuliakan oleh ilmu yang diperolehnya jauh sebelum masa kini.
disinilah terbukti adanya masa tanam dan masa panen. boleh jadi kita menanam benih yang lama dan sulit tumbuh, namun jika kita merawat benih tersebut dengan memberikannya perlakuan yang pas, akan membuat benih itu tumbuh dengan baik di masa yang akan datang.
jadi, mari kita berlomba-lomba menanam benih untuk bersiap diri menuju pribadi berkualitas. pribadi beruntung yang istimewa.




copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
Jumat, 23 September 2011

musuh si jenius..




sombong..
merasa tidak pantas untuk berhasil.
sombong..
merasa diri hebat jadi tidak mau mendengarkan
sombong..
merasa bisa jadi tidak mau bertanya
sombong..
ga sempet ibadah karena sibuk
sombong..
ga percaya sama janji Allah swt..
sombong..
nganggap remeh, akhirnya gagal
sombong..
tidak sungguh-sungguh bekerja
sombong..
ialah penghalang keberuntungan
sombong..
itu memperlihatkan kebodohan & ketidakmampuannya
sombong..
penyait yang bikin diusir dari surga
sombong..
obatnya adalah tidak sombong


copy from facebook: 
grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
Jumat, 23 september 2011


SOMBONG ITU HAMA

ingatkah kalian pada penciptaan nabi Adam as. ketika itu sang iblis enggan bersujud pada Adam as karena dengan sombongnya ia menyatakan asal penciptaanya dari api lebih mulia daripada tanah yang menjadi unsur penciptaan Adam as.
karena alasan kesombongan itulah, Allah swt murka terhadapnya karena dalam hal ini sang iblis tidak menaati perintah-Nya.
kisah berlanjut dengan kisah Adam as itu sendiri. ketika kenikmatan demi kenikmatan telah Allah berikan, Adam as terjebak dalam kesombongan pula. Ia dengan kealpaannya berhasil digoda iblis sehingga berani menentang larangan Allah swt untuk mendekati pohon yang terlarang bahkan memakan buahnya. akhirnya diusir juga.

sahabat yang luar biasa,
ada pelajaran penting yang terletak setelahnya. sang iblis, ketika diusir dari surga ternyata tidak berubah. tetap pada kesombongannya. lain halnya dengan Adam as.  beliau langsung bertaubat dan berdoa dengan merendahkan diri pada Allah swt.

رَبّنا ظَلَمْنا أَنْفُسَنا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَ تَرْحَمْنا لَنَكونَنَّ مِنَ الخاسِرينَ

Robbana zolamna anfusana wa illam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Q.S  Al A'raaf (7) : 23

nah, sahabat yang luar biasa..
mari bertaubat.. kesombongan itu akan menjadi barrier bagi orang yang akan memperluas kapasitas kualitas dirinya menerima keberuntungan yang besar.
dosa, maksiat, dan kesombongan itu akan menjadi hama bagi masa panen keberuntungan kita.
insyaaLlaah..






copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
sabtu, 24 September 2011

nilai jelek, stres.. gaji ga cukup, stres.. utang banyak, stres.. uang banyak, stres.. (masa? cobain aja)


stres..
nilai jelek, stres..
gaji ga cukup, stres..
utang banyak, stres..
uang banyak, stres.. (masa? cobain aja)

harapan tinggi, maka akan muncul juga kecemasan atas pencapaian harapan itu.
makin besar jarak antara harapan & pencapaian, makin besar pula kecemasannya.

pertanyaannya, kalau gitu mending gaperlu gedein harapan dong biar ga stres??

coba kalau gini:
banyak belajar, banyak lupa
sedikit belajar, ya sedikit lupa
jadi kalau gamau lupa, apa gausah belajar aja?
hmm..

kalau kata si jenius sih justru harapan itu akan menjadi bahan bakar motivasi kita untuk melompat.
jadi tugas kita membuat harapan itu SMART lah.. Specific, Measurable, Attainable, Reasonable, dan Timeable..

so, makin mantep nih untuk mulai punya impian..


copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
Ahad, 25 September 2011

saatnya Latih kreatifitas ("L").

10 hari tidak menulis..
waah.. udah mulai ga konsisten nih.
jadi ingat sistem kaizen dari jepang yang ruhnya itu adalah continous improvement, plan-do-check-action.. begitu terus hingga mencapai kesempurnaan.
inti dari kaizen tersebut mengajarkan kita agar senantiasa sungguh - sungguh dan istiqomah dalam menjalankan sesuatu.

nah sahabat yang luar biasa,
sementara saya ambil sungguh-sungguhnya dulu (istiqomahnya sambil berjalan.. *berat, euy).
nah untuk memompa kesungguhan diperlukan sebuah Impian besar dan kemampuan yang besar pula. beberapa hari yang lalu saya mulai memperhatikan steve jobs. dengan impiannya yang sangat besar dan kemampuan dalam mewujudkan impiannya, ia sukses menghadirkan produk yang mendefinisikan abad 21.
yang menarik dari tokoh dunia ini adalah ketika ia keluar dari tim Apple tahun 1984, yang pada saat itu ide-ide "liar"nya dianggap menghawatirkan menurut dewan direksi.
impian besar dalam mengembangkan teknologi membuat ia berkreasi lebih dahsyat lagi.  NeXT adalah wadah kreasi Steve Jobs selanjutnya. dengan perusahaan yang dibentuknya ini ia berhasil membuat NeXT ini dibeli oleh Apple dan membuat dirinya kembali menjabat sebagai CEO di Apple inc.
perjalanan pun semakin menarik ketika kemampuannya untuk mewujudkan sebagian fiksi ilmiah menjadi kenyataan. kemampuannya melahirkan iPod hingga iPad.

itulah syarat bagi Pribadi berkualitas. impian yang disertai kemampuan.
untuk memperoleh kemampuan yang besar, perlu ada latihan yang besar pula. apalagi kemampuannya itu disertai kreatifitas yang tinggi. maka, setelah memiliki Impian besar ("I"), saatnya Latih kreatifitas ("L").




copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
selasa, 11 oktober 2011

langkah pertama dalam melatih kreatifitas. "mencari mentor"

"Latih kreatifitasmu.." itu kata Quatum Ilmu (Lompatan Menjadi Pribadi Berkualitas).

kemampuan untuk menjadi kreatif sangat wajib dimiliki bagi orang yang ingin sukses. Maka melatih diri menjadi pribadi yang kreatif sudah menjadi keharusan.

beberapa hari terakhir banyak hal yang menyadarkan saya mengenai hal tersebut.

ada sebuah inspirasi ketika melihat seseorang yang mendapatkan Indeks Prestasi terbaik di kelas, serta aktif dalam kehidupan sosial dengan meluangkan waktu untuk mengajar dan berorganisasi meskipun sudah berada di tingkat akhir masa kuliahnya. ia rela meluangkan waktu tambahan untuk menjalankan semua untuk mencapai target yang ditetapkannya. tetap aktif mengerjakan beberapa paper tugas serta mengurus data-data kuisioner hingga larut malam dan aktif menjadi pengelola pemilihan ketua BEM di fakultasnya. sungguh pengorbanan yang luar biasa.

aktifitas semacam ini membuat saya berfikir sejenak tentang apa yang membuat dirinya melakukan itu semua.

menjalankan amanah yang diembannya, memenuhi tanggung jawab pada orang tua, dan ingin lebih baik dari hari kemarin serta tidak mau merugi. itulah beberapa alasannya.

hal tersebut menginspirasi saya untuk melakukan sebuah kesungguhan dalam mengerjakan sesuatu. menjadikan semua kegiatan produktif dalam rangka melatih diri menjadi pribadi yang berkualitas.
inspirasi semacam ini akan mengantarkan kita kepada kesuksesan.
seorang mentor akan sangat membantu untuk mencapai hal tersebut.

langkah pertama dalam melatih kreatifitas. "mencari mentor"






copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "
selasa, 11 oktober 2011

setelah Plan & Do, saatnya Check..

perjalanan membentuk impian sehingga menjadi SMART (Specific, Measurable, Attainable, Reasonable, and Timeable) telah saya jalani selama masa sekolah dan kuliah. setelah lulus, Impian besar yang ingin dicapai semakin membutuhkan kemampuan untuk memulai dan menjalankannya dengan optimal.

setelah "Plan", saatnya "Do"!

alhamdulillah, semenjak lulus dari kampus yang bertajuk Pimpinan Perusahaan ditahun 2008, saya mulai mengenal dunia bisnis riil.
dimulail dari sebuah tawaran untuk mengelola keuangan di sebuah perusahaan menengah yang memiliki laba bersih ratusan juta per tahun di daerah bogor.

dalam masa-masa awal bekerja sebagai seorang finance, saya mulai memahami karakter riil sebuah badan usaha. inilah masa "L", Latih kreatifitas, dalam Quantum Ilmu. pemahaman manajerial dalam perusahaan lambat laun mulai dipahami. skill dalam bidang manajerial telah berhasil didapatkan hingga menempati posisi sebagai seorang eksekutif disana.

Selagi melatih diri untuk memiliki kemampuan yang cukup dalam hal manajerial guna mewujudkan mimpi sebagai seorang wirausahawan, saya bersama dengan sebuah tim Batik mulai membangun sebuah bisnis fashion.

kami memulainya dengan berjualan Batik di pasar kaget setiap hari minggu pagi di Sempur & Pemda di Bogor serta door to door di perumahan & kampung sekitar bogor. Alhamdulillah dapat mencapai omset hampir seratus juta dalam setahun.

perjalanan bisnis pun tetap berlangsung sementara di lain tempat, pribadi ini masih digodog menjadi pribadi tangguh dalam manajerial.

masa "Do" inis baru dijalani selama 3 tahun. ini lah fase kedua.
"I" sebagai fase pertama
"L" sebagai fase kedua,

"M" fase ketiga. "Mantapkan Motivasi" untuk melakukan evaluasi. setelah Plan & Do, saatnya Check..




copy from facebook: 

grup " 30'/hr. Ayo Menulis! "

rabu, 12 oktober 2011